Misinformasi di Era Informatika

Salah satu problem manusia itu adalah suka berkomentar(termasuk saya). Repotnya yang dikomentari seringkali adalah tulisan/omongan orang lain yang bersumber dari orang lain.

Aku ingat ketika jaman SMA ada guru bahasa Indonesia yang sebenarnya aku kurang suka dengan beliau. Bagaimana tidak beliau ini sering tidak mengisi pelajaran alias kosong. Apalagi jika mendapat jadwal jam ke-3 yg notabene cuma satu jam pelajaran (45 menit) dari jam 08.15 – 09.00(jam istirahat). Pun jika beliau hadir sering kali telat dan seperti tidak niat mengajar. Kebetulan waktu saat itu jam Bahasa Indonesia jadwalnya setelah pelajaran Olahraga. Jadilah aku sering mbolos di jam ke 3( Bahasa Indonesia) toh sering kosong juga kok, pun jika gurunya datang juga telat dan tidak begitu perduli ada muridnya yg tidak ikut pelajaran nya. Saat membolos pelajaran itu biasanya aku juga cuma makan mie ayam di kantin karena kalau pas jam istirahat kantin bakal rame diserbu anak anak cewe. Sementara jajan mie ayam sambil berdesak desakan dengan temen temen cewe bukanlah pilihan yang bijak meski kadang menyenangkan.

Ya jadilah aku pelanggan seminggu sekali di lapak mie ayam tersebut dan sang penjual juga sudah hafal dengan kebiasaanku membolos.
“Jam e Bu Vero ya?”, Tanya nya sambil senyum senyum.
“Iyo Pak, paling yo kosong yen ra telat wong e”, tukasku.
Sehabis bolos satu jam, biasanya saya pindah ke warung pojokan begitu bell istirahat berbunyi. Di sana biasanya saya jajan gorengan dan ngecer rokok di warung Emak. Tentu sambil tanya tanya ke teman sekelas, apakah tadi Bu Vero datang mengajar. Lebih sering aku mendapat jawaban “kosong” dari pada jawaban “hadir”.

Tapi kadang malang memang tidak bisa diduga. Suatu ketika sehabis Pelajaran Olah Raga, aku seperti biasa pesan mie ayam di kantin. Begitu selesai makan bukannya bolos, aku malah balik ke kelas. Betapa terkejutnya saya melihat Bu Vero sudah duduk dengan anggun di singgasana. Apesnya lagi pintu kelas tepat menghadap lorong teras yang saya lalui menuju kelas. Dari kejauhan Beliau sudah mengawasi gerak gerikku.
“Anda ini jam palajaran saya malah jajan mie ayam, sungguh tindakan yang tidak disiplin”.
“Saya lapar Bu”, jawabku kehabisan kata.
“Anda saya hukum untuk membuat essay”, Vonis Bu Vero.
“Tapi Bu, yg telat kan bukan cuma saya saja”, saya mencoba membangun alibi.
“Iya, tapi hanya anda yg jajan mie ayam, saya minta essay tersebut dipresentasikan pada pertemuan kita selanjutnya, temanya tentang Rokok dan Bahayanya”, terang Bu Vero seolah memperkuat vonisnya.
Entah apa yg harus kulakukan saat itu, apa yang kudu ku tulis? Tak berselang lama aku menemukan ide Yup, minta bantuan ke teman yang ranking 1, Daru.
Segera Daru membantuku terutama mencari referensi di perpustakaan. Singkat cerita essay tersebut bisa kuselesaikan dan kupresentasikan dengan baik, menurutku.

Menariknya, peristiwa ini adalah satu dari dua momen yang aku ingat dari Bu Vero. Momen yang kedua adalah ketika Beliau memanggil seorang temanku lalu menyodorkan sebuah tulisan. Temanku ini disuruh membaca dan menghafal tulisan tersebut tanpa diketahui seisi kelas. Kemudian temanku tadi diminta memilih seorang lalu diajak keluar dan menceritakan apa yang dibacanya tadi. Cerita tadi lalu diteruskan lagi ke teman yang lain sampai kurang lebih sepuluh orang. Siswa yang terakhir diperintahkan untuk menceritakan apa yang dia dengar di depan kelas. Lalu cerita tersebut dibandingkan dengan cerita versi awal yang ada ditulisan.

Yang membuat aku terkejut adalah perbedaan yang mencolok dari kedua cerita tersebut. Selain kalimatnya yang berbeda, point point dalam cerita tersebut juga sudah berubah sangat jauh. Di situ Bu Vero menekankan bahwa informasi dapat mengalami perubahan dan distorsi dalam perjalanannya. Sangat mungkin ada bagian yang hilang atau ditambah baik tanpa kesengajaan atau dengan tujuan tertentu. Seperti saat ini diera informasi, cerita dan berita sering ditambah narasi untuk menggaet emosi orang orang. Pada saat melihat berita seperti itu lah saya jadi ingat dengan Bu Vero. Ah, mungkin ini “kutukan” darinya kepadaku gara gara aku sering bolos di jam pelajaran nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s